Cerita Bunda

Coretan Bunda Mengisi Waktu Luang

Berapa Lama Lagi sih Orang Tua Kita Hidup??

Baju Muslim Anak Lucu

Tulisan ini merupakan sebuah reminder besar untuk Bunda, bahwa orang tua kita, jika mengikuti angka hidup manula Indonesia yang berkisar 60-70 tahun, berapa lagi kah orang tua kita hidup? Reminder besar Bunda, agar Bunda jangan sampai menyakiti mereka baik jasmani maupun hatinya oleh celaan atau kata kasar. Reminder besar Bunda, agar Bunda bisa membahagiakan mereka semampunya, bahkan dengan hanya bersikap manis, patuh, tidak membantah pada petuah baik, dan berkata halus pada mereka.

 

“Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil”.

 

Do’a sederhana ini insya Allah dihapal oleh semua muslim. Bahkan mungkin do’a inilah yang pertama kali kita ajarkan kepada anak-anak kita, sebagai investasi kita di akhirat nanti. Sesunguhnya, makna do’a ini sangat besar menurut Bunda. terutama baris terakhir. Di era modern ini, banyak sekali kita lihat fenomena, ketika seseorang sudah beranjak dewasa, maka tiba-tiba orang tua menjadi baby sitter. Pada keluarga yang ayah ibu bekerja, fenomena ini semakin sering kita lihat. Sama sekali bukan mencibir fenomena ini, mungkin memang terkadang orang tuanya yang mau karena tidak ada kegiatan lain, jadi dia isi waktunya dengan mengasuh cucu. Yang membuat jadi salah adalah, ketika si anak menganggap bahwa kewajiban mengasuh cucu adalah kewajiban si nenek/kakek, kemudian memperlakukan selayaknya baby sitter.

Bunda ingat, ketika Bunda SMA, ada kecenderungan selalu beradu argumentasi (pakeukeuh-keukeuh) sama si Babeh. Masalah sepele pun bisa jadi adu argumentasi yang alot.Kalo disuruh si Mamah untuk mengalah, alasan Bunda waktu itu sederhana saja “Nya dilereskeun atuh,mah.. bisi salah di tempat sanes kan si Aa nu isin na ge”. (ya, dibetulin dong,mah.. kalo salah di tempat lain, kan si Aa juga yang malu).

Tapi sekarang, Bunda bersikap ABS (Asal Babeh Senang) dan AMS (Asal Mamih Senang), selama itu tidak berkaitan denga tauhid, Bunda hanya mencoba menyampaikan argumen sekali, jika masih dibantah, cukup senyum saja. Yang perlu dilihat, lebih besar manfaat atau mudharat jika argumen tersebut diteruskan. Jika malah melukai hati mereka, ya itu, selama tidak berurusan dengan ketauhidan, biarkan sajalah. Kecuali jika mereka memang benar-benar menyimpang.

Lain lagi tentang masalah pengasuhan anak. Hal ini biasanya yang menjadi trigger kerengganan hubungan anak-ibu ataupun mertua-menantu. Kenapa? jawabnya adlah karena perbedaan zaman di antara mereka. Karena mereka beda generasi yang berarti beda aturan.

Ketika kita bilang ngga apa-apa pakai diapers, orang tua cenderung “masih bayi jangan dikasih diapers, nanti jalannya ngangkang” (nah lho..!!). Ketika ortu bilang anak jang dibawa lewat maghrib, kita maghrib-maghrib masih di luar (ini sih Bunda. hihihi..).

Yang jelas sih, dalam perbedaan-perbedaan pengasuhan seperti itu, kita manut aja dulu di depannya, di belakangnya gapapa kita ikuti cara kita yg lebih modern. Kalo diomongin gini gitu, iya-iya in dulu aja, masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Bukan mencontohkan yang tidak benar, tapi ya itu tadi, dilihat lebih besar manfaat atau mudharat. Daripada melukai hati mereka dan menyebabkan ketidakharmonisan, gapapa kita mengalah. kan kata peribahasa juga, bending without breaking… mengalah bukan berarti kalah..

Sayangilah orang tua kita selagi mereka hidup. Mereka kalopun bertahan paling sekitar 10-20 tahun lagi. Kalo sampe, kalo ternyata besok-besok mereka mendahului kita atau kita yg mendahului mereka? Mereka adalah ladang amal bagi kita, berbuat baiklah pada mereka.

“Ridho Allah ada dalam ridho orang tua”. Klo mau hidup sukses,sayangi orang tua. Kalo mau hidup tenteram, hormati orang tua. Kalo mau hidup bahagia, patuhi dan kasihi mereka.

dan jangan lupa kawan, kedudukan mertua adalah sama dengan kedua orang tua kita. tanpa mertua, tak mungkin ada sosok suami/isteri yg kita cintai saat ini. Kalau mereka tidak mengasihi zauji kita, mungkin hari ini kita masih jomblo, jadi perawan tua atau bujang lapuk. hehe…

Selamat Berbakti semampu kita… ^^

 

ps. just a reminder for a little girl whose growing up and still can’t make her parent’s proud. A reminder to always love them full.

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Tak Berkategori and have No Comments

Dino Dan

Baju Muslim Anak Lucu

dino

Setiap pagi sebelum sekolah, Saya menyuapi Azka sarapan sambil menonton film anak-anak kesayangannya. Jadilah Saya penggemar film anak-anak tersebut :D . Di antara rangkaian film yang disukainya, yaitu Postman Pat, Marsupilami, dan Dino Dan, Saya paling tertarik dengan DinoDan.

Dino Dan, tayang di B Channel pukul 07.00 pagi, bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Dan berusia sekitar 1o tahunan, bercita-cita menjadi ahli paleontologi, memiliki adik laki-laki berusia kurang lebih 7 tahunan, dibesarkan oleh seorang ibu yang berprofesi sebagai polisi, dan memiliki ketertarikan luar biasa terhadap dinosaurus. Ketertarikannya tersebut sangat besar, sehingga ia dijuluki teman-temannya Dino Dan, hampir di setiap harinya Dan berimajinasi mengenai Dinosaurus yang berlalu lalang di sekitarnya.

Yang membuat Saya tertarik terhadap serial ini tentu bukan Dinosaurus-dinosaurusnya. :D . Meski tidak dipungkiri, banyak pengetahuan tentang dinosaurus yang bisa diperoleh dari film ini, mungkin juga merupakan salah satu tujuan dibuatnya film Dino Dan. Yang membuat Saya tertarik, adalah sikap orang-orang di sekitarnya terhadap Dan yang memiliki obsesi di luar kebiasaan tersebut. Sikap ibunya, adiknya, teman-temannya, pamannya, bahkan guru-gurunya. Lingkungannya ini tidak menganggap aneh Dan, bahkan mungkin mendukung dan ikut membesarkan lahirnya seorang paleontolog.

Dan selalu bercerita mengenai Tyranosaurus Rex, Stegosaurus, dan dinosaurus-dinosaurus di sekitarnya, dan orang-orang di sekitarnya selalu mendengarkannya, bahkan jika Dan melakukan eksperimen mengenai dinosaurus-dinosaurus imajinasinya, mereka turut membantu dan bertanya apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu eksperimen Dan tersebut.

Ini mengingatkan Saya, betapa seorang anak bisa terlahir istimewa dengan bakat-bakat di luar kebiasaan. Mengingatkan Saya untuk selalu mendengarkan dan memberi dukungan pada ketertarikan anak dan untuk tidak pernah mencemooh dan menyepelekan imajinasi anak yang mungkin di luar pikiran kita.

Bisa jadi seorang anak terlahir dengan bakat besar, tapi karena lingkungan yang menyepelekan dan tidak mendukung, akhirnya bakat itu terpendam selamanya. Dan anak yang mungkin bermanfaat untuk dunia pun hilang. (lebay bahasanya.. :p).

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Parenting,Tak Berkategori and have No Comments

Keberuntungan Pemula

Baju Muslim Anak Lucu

Alkisah, seorang Santiago dari Spanyol mengembara sampai ke negeri Mesir tempat piramida-piramida. Di negeri piramida tersebut dia tinggal bersama seorang pengusaha kristal. Melihat toko kristal yang begitu sepi, Santiago berinisiatif untuk membuka kedai minuman dengan wadah dari gelas-gelas kristal tersebut. Tak dinyana tak diduga, dengan metode seperti itu, toko kristal menjadi sangat ramai, karena orang yang tadinya hanya mampir untuk segelas minuman segar, jadi terpikir untuk membeli kristal cantik yang tengah dipegangnya. Sang pemilik toko kristal mengingatkan Santiago agar jangan dulu terbuai dengan kesuksesannya itu. Karena ini, hanyalah “Keberuntungan Pemula”. (Review: The Alchemist – PauloCoelho).

Dalam beberapa jenis usaha yang pernah saya geluti, ternyata “keberuntungan pemula” ini memang ada. Dan kesuksesan lanjutan adalah bagaimana cara kita menyikapi keberuntungan pemula ini. Di awal saya menjalani usaha toko baju, semua baju stok yang saya beli dari ditributor, ludes terjual hanya dalam hitungan minggu, diborong oleh seorang pembeli dari Malaysia. Selanjutnya adalah bagaimana cara mempertahankan keberadaan toko baju ini, tentu saja dengan tidak pernah berhenti.

Lain cerita, seorang partner yang luar biasa menuai kesuksesan ketika dia memulai bisnis jasa pelatihan online nya. Nama nya mulai berkibar dalam suatu majalah, berbekal kepercayaan dari majalah tersebut, banyak orang mendaftarkan diri sebagai partnernya dan mempercayakan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis yang dia geluti. Pada awalnya, bisnisnya sukses luar biasa dengan cabang hapir di 20 kota. Apa daya, karena tidak bisa memegang amanah dan kurang profesional dalam bekerja, akhirnya dia harus menuai ditinggalkan partnernya satu persatu. Bahkan dia mendapat yang lebih dari itu, yakni nama buruk dan kehilangan kepercayaan.

Keberuntungan pemula saya yakini selalu ada dalam setiap bisnis. Ketika seseorang memulai bisnis, biasanya pada awalnya selalu ada kesuksesan sementara. Selanjutnya tergantung attitude kita terhadap kesuksesan tersebut. Jika kita takabur dan tidak mengindahkan nilai-nilai masyarakat, serta lupa bersyukur, biasanya kesuksesan tersebut tidak bertahan lama. Tetapi, jika kita bersyukur, menghormati pelanggan, meningkatkan pelayanan, dan tidak pernah menyerah (berhenti), insya Allah kesuksesan itu akan lebih lama kita nikmati. Aamiin.

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Motivasi and have No Comments

Calistung untuk Balita, Perlukah?

Baju Muslim Anak Lucu

Dua hari yang lalu, ketika menjemput Azka, Bunda tiba-tiba disodori buku membaca suku kata oleh Ibu Guru nya.

“Bu, maaf.. Sekarang ada pelajaran membaca. Tadi Azka harus ngulang bagian ini karena belum bisa. Huruf-hurufnya sih udah hapal, tapi menyusun suku kata nya belum bisa”. terang ibu guru panjang lebar.

Bunda sebetulnya terkesiap. Karena setahu Bunda, TK A pada tahun sebelumnya di situ belum diajari membaca. Dengan alasan itu Bunda memasukkan Azka ke TK tersebut. Karena, Bunda ingin mempraktekkan cara pendidikan di Finlandia yang baru diajari calistung secara intens diusia 7 tahun.

Dengan alasan sopan santun, Bunda tersenyum mengiyakan.

Bunda di rumah memandang prihatin kepada Azka. Padahal seumuran Azka ini, Bunda dulu belum belajar apa-apa. Belum bisa apa-apa. Dan belum dituntut apa-apa.

Katanya usia 3-5 tahun adalah usia Golden Age, dimana anak harus memiliki kecerdasan-kecerdasan tertentu yang berguna di masa depan. Tapi, menurut Bunda pribadi, berdasarkan yang Bunda baca juga, Bukan kecerdasan logis seperti calistung yang harus diutamakan untuk anak usia 3-5 tahun tersebut. tetapi, justeru kecerdasan emosional dan religi yang harus ditanamkan. Ajak dia mengenal Tuhannya dengan cara mengenal alam, bagaimana tanaman tumbuh, mengajari sopan santun, bersikap pada orang tua dan yang lebih muda, cara menyayangi, cara meluapkan kemarahan. Mengajarkan mereka kegiatan yang menyenangkan seperti melukis (bermain dengan cat air), membuat prakarya (bermain gunting dan lem), bermain alat musik, dan lain-lain. Sekolah seperti itulah yang Bunda harapkan untuk anak-anak Bunda.

Bunda berani bertaruh, untuk masalah calistung, seorang anak hanya perlu diajari selama 3 bulan, tidak perlu diajari dari usia 3 tahun. Apa gunanya? Mereka belum dituntut untuk suatu kegiatana yang perlu perhitunga dan membaca. Mereka hanya perlu muse (kesenangan) yang positif. Jika sudah waktunya, otak mereka akan siap menerimanya.

Selain itu, menurut penelitian, pembelajaran calistung terlalu dini akan mengakibatkan mental hectic pada anak di kemudian hari. Mental hectic jika diartikan secara bebas adalah kekacauan/keributan mental yang bisa mengakibatkan pemberontakan. Silahkan googling untuk lebih jelasnya.

Intinya, menurut Bunda, biarkan anak belajar secara alami menurut tingkat kematangannya. Tidak perlu dipaksa, Jika dia bertanya, maka jawablah, tapi tidak dengan sengaja mendudukkan anak, menyodorkan buku, dan mendiktenya. Kadang tidak habis pikir, kenapa orang tua ingin cepat-ceat anaknya bisa calistung. Untuk kebanggaan kah? Bahkan di komplek kami, TK yang lebih banyak bebannya malah semakin favorit. Ya ampun…

Ini hanya tulisan seorang Bunda yang prihatin dengan pendidikan usia dini.

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Parenting and have No Comments

My Little Girl has Grown Up

Baju Muslim Anak Lucu

azka rahma syahidahThis is about my little girl, Azka. Sehe just past her 4th birthday on this 15 December. Since i think that she don’t know anything, i was suprised by her smooth question asking anything out of my prediction.

Someday, when she took a pee in the bathroom, suddenly she asked “Bunda, how can the drink water become a pee?”. i was shocked by her question. On that time she still 3,5 years old. i was confuse how to anwer, but last i told her scientistly that in our body there is some machine call digestion which digest everything we eat or drink.Even she seem not really understand, but i always try to answer each of her question rationally, with a simple analogy of course.

Other, i think that Azka is a very unique little girl with a very unique personality. She has a hard willing, so we can take her over one problem to another easier solution. Hard Head. Sometimes i call her like that. hehe… Well, it doesn’t wise at all. I have to stop using that call for her. hmmm… being my priority i guess.. :D

But u know what? Even she had a hard had, her heart is very soft. Her empathy to her brother, her love to me, her dad, and her brother is wide spread. She never doing something bad, or violence to her brother actually accidentally.

Well, even sometimes i become a mother Gothel for her, because of her acts. Sometimes i out of control, and sorry at the end. But i always remember not to use my hand to hurt her. She is my pearl of heart. My little angel. And at the end of the day, watching her sleep, i always whisper to her softly, “Thank you for all of your patients to me today, dear… I’m and always trying to be a better mom everyday.” #kiss

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Parenting and have No Comments

A, B, C

Baju Muslim Anak Lucu

balitaSudah beberapa minggu ini, Azka mendapatkan PR (Pekerjaan Rumah) dari sekolahnya. Memang tiap 1 minggu sekali sih. Tapi itu cukup membuat saya keberatan juga. Karena Saya tetap tidak mengharapkan ada PR untuk anak seusia Azka. PR kadang malah membuat hubungan ibu-anak tidak harmonis. Karena kerapkali sang Ibu menuntut kesempurnaan si anak dalam membuat PR agar mendapat nilai bagus, sementara kemampuan si anak belum sampai pada tahap seperti itu. Jadilah biasanya dalam membuat PR, jika si Ibu kurang sabar, akan ada teriakan-teriakan dan gumanan ketidakpuasan.

PR Azka minggu pertama hanya menulis angka 1, lalu meningkat, dan setelah bersekolah selama kurang lebih 2 bulan, sekarang Azka menulis PR ba-bi-bu-be-bo. Untuk anak seusia itu, ternyata memang membutuhkan usaha keras bagi dia untuk menyelesaikan ba-bi-bu-be-bo itu sampai nomor 5. Saya tidak pernah mendiktenya begini begitu, biar dia mengerjakan PR sesuai versinya. Jika huruf yang ditulis ibu guru ada 5, maka Azka akan menambahkannya sampai 8 atau 9. Sesukanya dia. Saya tidak ingin PR menjadi sesuatu hal yang menakutkan untuk dia. Jika tidak memiliki kemampuan untuk mengubah sistem pendidikan tanpa PR, maka biarkan dia menikmati PR tersebut.

Dalam setiap PR Azka, gurunya selalu memberikan penilaian A atau B. Saya sengaja tidak pernah memberitahu Azka apa arti A atau B tersebut. Untuk anak seusia Azka yang setiap harinya sudah bersemangat sekolah saja, saya beri nilai A plus untuk setiap pekerjaan yang telah dia buat. Tidak ada seorangpun yang berhak menilai hasil karya seorang anak. Apalagi seusia balita. Dalam setiap hasil karya dia, baik itu coret-coretan, gunting-guntingan, gundukan tanah, selalu berikan pujian yang tulus. Karena tersimpan usaha yang besar dari mereka untuk melakukan hal itu.

Saya ingin Azka terbiasa tidak melihat nilai-nilai tersebut selama dia berusaha yang terbaik. Agar ke depannya, tidak ada pembatas dalam pikiran dia, tidak ada kekhawatiran, tidak ada ketakutan akan nilai buruk selama dia berusaha yang terbaik. Yang harus ditakutkan hanyalah nilai buruk di depan Allah. Sehingga, mudah-mudahan Azka ke depannya menjadi insan mandiri yang lebih ekspresif, tidak takut gagal dalam mencoba, lebih berani menantang resiko-resiko. Hanya do’a seorang ibu.. :)

 

Sebetulnya sistem pendidikan dengan mematok nilai pada hasil karya anak sudah jadul. Silahkan baca artikel karya Pak Rhenal Kasali disini mengenai nilai dan pendidikan anak. Di situ tersirat, bahwa penilaian seharusnya bukanlah pada hasil akhir, tapi pada usaha atau prosesnya

 

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Parenting and have No Comments

The Way I Will Teach You

Baju Muslim Anak Lucu
azka dan al-fatih

anak bunda yang manis, cantik, dan ganteng

Since a mother is the first madrosah in children’s life, ini adalah cara-cara bunda mendidik anak bunda….

1. bunda ngga akan berbohong sama kalian dg harapan kelak kalian pun tak akan berbohong pada bunda. bunda ngga akan mengiming-imingi kalian untuk berbuat sesuatu jika bunda tidak melaksanakannya. jika bunda bilang, kalo kalian berhasil seminggu pipis di kamar mandi akhir minggu bunda beliin es krim, maka itu kenyataannya.

2. bunda ngga akan nakut2in kalian dengan harapan kalian jadi orang yg rasional dan pemberani. bunda ngga bakal nakut2i kalian dg cerita orang gila biar kalian mau masuk rumah. ngga akan nakut2i kalian dg cerita ini itu biar kalian mau bobo.

3. apa yg bunda ajarkan sebisa mungkin rasional tapi bisa diterima oleh kalian. bunda ajarkan bahwa “semua ada waktunya”. makan ada wktunya, main ada waktunya, nonton film ada waktunya, dan tidur pun ada waktunya.

4. kalian boleh marah, boleh nangis tetapi dilarang anarkis. luapkan emosi dalam bentuk kata-kata. kalau marah bilang marah, kalau cemburu bilang cemburu. tapi jangan main pukul atau melempar sesuatu. jika anak lain memukulmu, jangan dibalas, tapi bilang dan nasihati kalo itu tidak baik. tetap boleh marah, tapi tidak anarkis.

5. bunda ngga akan menyalahkan tembok, lantai, kursi, atau benda apapun yg membuat kalian jatuh. itu hanyalah benda mati, tidak bisa disalahkan.kalianlah yang harus lebih hati-hati. semoga dg seperti itu, kalian menjadi anak yang tidak mudah menyalahkan orang lain atas suatu kesalahan.

6. bunda ingin kalian tetap memelihara bahasa daerah bunda dan ayah. tong hilap kana bahasa sunda karo boso jowo… jangan punahkan bahasa kita.

7. bunda akan ajarkan kalian untuk fokus pada usaha, tidak pada hasil. apapun prestasi akademi kalian nanti, buat bunda selalu nilai 10 jika kalian berusaha maksimal.

8. bunda akan mengajarkan kalian apapun yang bunda bisa. bermain sepeda, berpetualang, pelajaran sekolah,sholat, berdo’a, mengaji, main gitar, main piano, berdagang, kecuali berenang dan main layangan. kalo itu, bunda juga ngga bisa.

Bunda berharap kalian menjadi generasi rabbani yang sholih/sholihah, cerdas, tangkas, dan memiliki empati yang tinggi. Hope that the way i teach you will works for ur future. aamiin…

#bunda masih belajar untuk mendidik anak dan mengenal kalian. Semoga setiap harinya bunda semakin lebih baik dalam mendidik kalian. u’re the pearls of my heart… *kiss*Kiss*

 

 

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Parenting and have No Comments

Tahun Baru Dimana?

Baju Muslim Anak Lucu

Sudah beberapa hari ini, Bunda sering mendapat pertanyaan baik langsung atau pun bbm. Tahun baru

tahun baru menurut islam

tahun baru menurut islam

dimana? katanya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat pada yang merayakan, Bunda jawab. Saya tidak merayakan tahun baru masehi. Terus terang, secara pribadi pun Bunda kurang menyukai acara-acara seperti itu. Bunda lebih senang di rumah aja bersama keluarga, ngenet, atau tidur. hehe…

Dan kepada yang merayakan, tidak usah mencibir kepada yang tidak merayakan, bukankah prinsip setiap orang berbeda? apakah salah jika seseorang memegang prinsip yang diyakininya benar?

Ini dasar-dasar Bunda tidak merayakan tahun baru masehi, mengucapkan selamat tahun baru, dengan sengaja menunggu detik-detik pergantian tahun, meniup terompet, menyalakan kembang api, atau pun dengan sengaja menunggu detik-detik pergantian tahun bersama keluarga sambil bercengkerama atau  kegiatan lainnya.

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.

 

Menurut Bunda juga, merayakan tahun baru lebih banyak mudharat daripada manfaatny. Ini dia beberapa kerusakan yang bisa ditimbulkan dalam perayaan tahun baru yang Bunda sadur dari www.remajaislam.com.

Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram

Perlu diketahui bahwa perayaan (‘ied) kaum muslimin hanya ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan, “Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”.[2]

Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhohullah menjelaskan bahwa perayaan tahun baru itu termasuk merayakan ‘ied (hari raya) yang tidak disyariatkan karena hari raya kaum muslimin hanya ada dua yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. Menentukan suatu hari menjadi perayaan (‘ied) adalah bagian dari syari’at (sehingga butuh dalil).[3]

Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir

Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan benar-benar nyata saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.

Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka

Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru

Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun.

Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.

Kerusakan Keempat: Mengucapkan Selamat Tahun Baru yang Jelas Bukan Ajaran Islam

Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Apakah boleh mengucapkan selamat tahun baru Masehi pada non muslim, atau selamat tahun baru Hijriyah atau selamat Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? ” Al Lajnah Ad Daimah menjawab, “Tidak boleh mengucapkan selamat pada perayaan semacam itu karena perayaan tersebut adalah perayaan yang tidak masyru’ (tidak disyari’atkan dalam Islam).”

Kerusakan Kelima: Meninggalkan Shalat Lima Waktu

Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik. Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.[9] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, ”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.

Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” Apalagi dengan begadang ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan  jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi.

Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin

Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”

Kerusakan Kesembilan: Melakukan Pemborosan yang Meniru Perbuatan Setan

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?!  Padahal Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya),  “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27). 

Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga

Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang manfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”

 

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Tak Berkategori and have No Comments

Gara-gara Si “Gara-gara”

Baju Muslim Anak Lucu

imagesPernah dengar keluhan-keluhan seperti ini…?

“Aduh, ngga jadi berangkat gara-gara hujan..”

“tuh, kaann.. gara-gara kamu jadi berantakan makanannya..”

“Gara-gara mikirin dia, aku ngga bisa tidur semalaman..”

“gara-gara…”

“gara-gara..”

“gara-gara…”

 

Tahun 1990an adalah era Gara-gara. Ada Sitkom “Gara-gara” yang dibintangi Jimmy Gideon dan Lidya Kandouw dan juga lirik lagu “gara-gara”. (Saya lupa penyanyinya).

Di era sekarang pun kita sering melihat kata “gara-gara” bersliweran di facebook atau twitter. Biasanya remaja dan ibu-ibu galau yang menulis status jenis ini.

Apakah Anda tahu, bahwa kata gara-gara ini tidak saya sukai? (terus, apa hubungannya? hehe..)

Maksud Saya, Saya tidak menyukai kata “gara-gara” ini, karena kesannya hanya bisa menyalahkan orang tanpa introspeksi diri sendiri.

 

“Gara-gara tukang sayur ngga lewat, jadi ngga masak deh..”

(kenapa nyalahin tukang sayur? dia mungkin ada kepentingan, atau sayurannya udah habis jadi ngga lewat. kenapa ngga usaha cari sayur di tempat lain? Lagian, tukan sayur, mana tau ditungguin..?).

“HP rusak nih, gara-gara dimainin anak-anak”.

(namanya juga anak-anak, kenapa dibiarin mainan hp kalo emang takut rusak. Simpan yang baik, kalo udah rusak ya emang kelalaian sebagai orang tua yang kurang hati-hati menjaga barang..).

“Sinta jadi flu nih, gara-gara kehujanan”.

(Hujan mana tau situasi dan kondisi kita, dia turun dimana saja dia mau. Trus kenapa kita hujan-hujanan. Kan banyak alternatif lain, misalnya berhenti meneduh dulu. Kalo emang terpaksa harus menerobos hujan dan jadi sakit, itu namanya resiko. Bukan “gara-gara”.)

 

Dan masih banyak “gara-gara – gara-gara” lainnya. Marilah dari sekarang kita coba mengurangi kata “gara-gara” ini. BErhentilah menyalahkan orang lain dan keadaaan. Jika suatu keadaaan yang tidak enak terjadi pada kita, itu bukan “gara-gara”, itu adalah konsekuensi (resiko) dari perbuatan kita atau terjadi memang karena kesalahan kita sendiri yang harus diinterospeksi.

Insya Allah, dengan mengurangi kata “gara-gara” ini, kita menjadi pribadi yang lebih positif dan tidak asal menyalahkan. Dan akan menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan gembira.

Stop blaming from now, kay…!  :)

 

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Motivasi and have No Comments

Go Online kan Bisnis Bunda

Baju Muslim Anak Lucu

Bunda…. banyyyyaaakkk sekali bunda-bunda yang memiliki bisnis di luaran sana. Tetapi….., pelanggan masih terbatas di tempat itu saja. Kenapaa….? karena tempatnya ya disitu-situ juga.. promosi juga mungkin ngga jauh-jauh dari situ. Tidak ada salahnya bunda men- go online -kan bisnis bunda. Selain kemungkinan menjaring konsumen lebih luas, bisnis go online juga bisa menambah relasi dan mungkin bisnis baru. ^^

Berikut cara-cara mudah untuk bisnis go online yang sudah pernah Kami terapkan:

1. Lewat Media Jejaring Sosial (Facebook dan Twitter)

Jangan remehkan situs jejaring sosial ini. Kami lewat akun www.facebook.com/butik.aini telah berhasil menjual baju-baju muslim sampai Malaysia. Caranya, buat akun tersendiri untuk bisnis bunda. Upload foto-foto bunda, lalu promosikan deh ke teman-teman bunda.

 

2. Lewat blog

Kadangkala, akun facebook sendiri tidak cukup untuk meyakinkan pembeli. Maraknya penipuan online store telah mengikis kepercayaan para online buyer. Oleh karena itu, untuk menambah kepercayaan pelanggan, bunda bisa membuat blog bisnis bunda. Caranya, nanti kita bahas ya… sangat mudah. Tidak perlu yang melek IT. Kita-kita yg punya email dan bisa upload aja cukup kok.. ^^

 

3. Lewat Website

Nah ini yang sebetulnya paling dibutuhkan untuk go online. Tapi untuk yang ini memang agak ribet. banyak sebetulnya template-template website gratis, salah satunya prestashop. Seperti yang Kami pakai di website kami www.butikaini.com. Cuma ya itu… pembuatannya butuh keterampilan IT lebih. setelah selesai sih gampang, tinggal upload-upload foto aja. Makanya untuk website butik aini, yang buat ya si Ayah, bunda tinggal urus upload-upload foto dan marketing nya. beress kan.. ^^  Tapi, kalo belum bisa ya tidak apa-apa. Blog saja sudah cukup. Tinggal disiasati saja agar domain terlihat lebih profesional.

 

4. Lewat Toko Online Bersama

Sekarang ini, banyak toko online yang menyediakan lapak untuk kita berjualan. Contohnya www.tokobersama.com atau www.utoko.com. Lewat situs ini, kita bisa numpang toko kita.

 

Segitu dulu ya bahasan kali ini, Dek Al Fath nya bangun. nanti kita bahas lebih detail ya, bunda… Ini memang bahasan sederhana dan sangat mendasar. Intinya, ayo go online kan bisnis bunda. No Harm Trying It.. ^^

Bosan dengan model busana muslim yang biasa? Temukan Busana Muslim unik dan elegan di www.butikaini.com
posted by nuren in Tak Berkategori and have No Comments

SEO Powered By SEOPressor